Let Things Go

Kalo ditanya kenapa aku bisa punya majalah Garuda Indonesia segini banyaknya, jawabannya karena aku obsesif. Di awal-awal naik pesawat Garuda Indonesia, aku nggak pernah bawa pulang majalah ini, karena aku pikir majalah ini cuma untuk dibaca di pesawat, nggak boleh dibawa pulang. Sampe akhirnya aku liat temenku bawa pulang dan dia bilang majalah ini emang boleh dibawa pulang karena ada tulisan “your personal copy” nya. 

Sejak saat itu, aku selalu bawa pulang majalah ini. Sekitar 2-3 taun aku kumpulin setiap edisi bulanannya. Nggak pernah kelewat satu edisi pun karena aku obsesif berat. 😅 Abis dibawa pulang, dibaca apa enggak? Ya enggak juga sih.. Alasan aku nyimpen majalah ini karena:

1. Buat referensi kalo kapan-kapan mau jalan-jalan kemana gitu. 

2. Buat digunting-gunting dan tempel-tempel bikin scrapbook atau kartu ucapan atau apa kek. 

3. Simply karena aku obsesif. Harus aja gitu aku kumpulin nggak boleh kelewat satu edisi pun. 

Terus sekarang obsesi aku udah berubah. Aku pengen rumahku leluasa, nggak banyak barang. Jadi aku mulai belajar to let things go. Kata Marie Kondo, pas lagi declutter things itu sambil pegang barangnya, terus tanya sama diri sendiri: is it sparks joy? Kalo enggak, ya berarti barangnya nggak perlu disimpen. 

Nah ini baru langkah awal aku dalam declutter things. Semoga ke depannya aku bakalan lebih tega lagi untuk berpisah sama barang-barang yang “doesn’t sparks joy“.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s