(Almarhum) Bapak dan Lelaki Pilihannya

Sebelum (Almarhum) Bapak aku meninggal, hal yang paling sering Bapak minta adalah ngeliat aku (anak bungsunya) segera menikah. To be precisely, menikah sama PSI. Bapak bilang, restu Bapak cuma buat Prass. 

Saat itu aku belum mau nikah karena masih menikmati masa lajang, masih menikmati berkarir, dan simply karena belum siap berumah tangga. 

Bukan berarti aku nggak pernah mikirin soal nikah sama sekali. Saat itu aku sama PSI juga suka ngobrolin soal visi hidup kita masing-masing, termasuk di usia berapa kita mau nikah. Intinya, kita sepakat bahwa mungkin di tahun 2014 kita berdua udah siap secara mental dan finansial untuk menuju pernikahan. 

Point “siap secara finansial” menjadi hal yang penting buatku. Karena saat itu kondisi Bapak udah nggak prima, Bapak udah cukup sering bolak-balik rumah sakit. Jadi aku bertekad buat membiayai pernikahanku dengan hasil jerih payah aku dan calon suamiku, dan sebisa mungkin untuk nggak minta ke orang tua aku ataupun orang tua calon suamiku. Uang Bapak, biar dipergunakan buat keperluan Bapak dan Mamah aja. 

Pun setelah menikah nanti, impian aku adalah bisa mandiri secara finansial sama suamiku kelak, tanpa merepotkan orang tua. Jadi point “siap secara finansial” itu jelas penting buatku. Dan aku harus memastikan bahwa calon pasanganku punya pemahaman yang sama dengan aku. 

Sayangnya, Bapak nggak sempat menyaksikan anak bungsunya nikah sama lelaki yang direstuinya, soalnya Bapak meninggal pada hari Jumat subuh, tanggal 23 Agustus 2013.

Jangan ditanya seberapa sedihnya aku waktu itu. Bukan main sedihnya. Bukan main rasa penyesalan aku saat itu. Terlebih, saat itu posisi aku lagi on site di Halmahera Utara. Betapapun cepatnya penanganan admin dalam mengurusi tiket penerbangan aku menuju Bandung, aku tetep nggak bisa mengejar waktu pemakaman Bapak karena jarak tempuh Halmahera Utara – Bandung yang nggak dekat. 

Sulit rasanya buat ikhlas melepas kepergian Bapak. Masih banyak hal yang belum bisa aku lakuin buat Bapak. Tapi menyadari bahwa saat ini aku udah hidup berumah tangga sama imam yang dipilihkan Bapak buatku, jelas merupakan sesuatu yang patut aku syukuri. Alhamdulillah.. 

Insyaa Allah imam yang Bapak pilihkan ini bisa bikin anak bungsunya bahagia dunia akhirat, aamiin.. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s