Cerita Mudik Awawa

Lebaran tahun ini, giliran kita berlebaran di Cirebon, alias di rumah orang tuanya PSI. Tiket kereta api pulang pergi udah dibeli jauh-jauh hari. Terus tiba-tiba orang tua PSI bilang bahwa kita juga akan ke Semarang, which is rumah mbahnya PSI dari pihak Bapak. 

Yang langsung lewat di pikiran aku adalah: apa kabar nasibnya Arfa selama di perjalanan? Nanti makannya gimana? Nenennya gimana? Tidurnya gimana? Io (pup) nya gimana? Secaraaa tempat ternyaman Arfa adalah rumah sendiri. Makan harus sambil jalan2 kesana kemari, makanannya harus anget, dan sukanya makanan berkuah. Nenennya harus sambil tiduran di kasur. Tidurnya harus di tempat adem. Kalau bersihin io udah nggak bisa lagi pake tissue basah karena nggak bisa diem banget. 

Aku pikir, bahaya banget ini.. Terakhir kali perjalanan 3 jam naik kereta api Bekasi-Bandung-Bekasi aja Arfa ngamuk-ngamuk pas mau tidur. Apa kabarnya kalo harus menempuh perjalanan Cirebon-Semarang-Cirebon naik mobil, di musim mudik Lebaran pula yang notabene pasti macet. 

Honestly aku udah ngedumel aja sama suami. Tau gini kan nggak usah beli tiket kereta api ke Cirebon ya, sekalian aja beli tiket pesawat pulang pergi Jakarta-Semarang. Satu tempat aja yang dituju, kan kasian kalo anak kecil harus ngikutin perjalanan jauh dan dengan jadwal kegiatan yang padat. Aku sih nggak tega. 

Tapi aku bisa apa coba? Cuma bisa pasrah, nggak bisa bilang enggak mau. Tapi tentunya aku menetapkan syarat dan ketentuan sama suami:

  1. Kalo Arfa rewel selama perjalanan kereta Jakarta-Cirebon dan tidur di Cirebon nya rewel, kita nggak ikut pergi ke Semarang. 
  2. Kalo tetep dipaksa pergi ke Semarang dan selama perjalanan Cirebon-Semarang Arfa nya rewel, kita langsung pulang ke Jakarta naik pesawat. 

And guess what? Berkat doa dan kesukaan baru Arfa terhadap mobil, alhamdulillah perjalanan mudik kemarin berjalan lancar. Bukan lancar tanpa macet, tapi Arfa nya anteng dan nggak rewel. Arfa excited banget liat kendaraan-kendaraan selama di perjalanan. Tiap liat mobil, motor, truk, bis, bahkan kereta, Arfa bakalan teriak MOMIII! Momi itu maksudnya mobil.. 

Alhamdulillah, Awawa sehat-sehat dan ceria selama perjalanan mudik sampai balik lagi ke rumah di Bekasi. Yang aku khawatirkan juga nggak kejadian kok.. Rewel-rewel sih ada, terutama kalo kepanasan jadi suka ngamuk-ngamuk terus tidurnya pas di Cirebon. Di Semarang malah anteng banget karena dingin dan sejuk..

Bunda kadang suka lupa bahwa meskipun Arfa masih kecil, masih anak bayi, tapi Arfa juga manusia yang kuat, yang bisa beradaptasi.. Great job, Arfa sayang.. Bunda bangga sekali sama Mas Arfaaa! 

Tahun ini mudiknya emang lebih cape ya Fa, karena perjalanannya lebih jauh dan jadwal kegiatannya padat banget. Tapi Bunda seneng karena selain ketemu sama keluarga besar Ayah di Cirebon, kita bisa ketemu juga sama mbah uyutnya Arfa dan keluarga besarnya Ayah di Semarang yang sebelumnya cuma Bunda liat sekilas aja pas acara nikahan Ayah dan Bunda.. Semoga kegiatan mudik kita bisa mempererat tali silaturahmi antarkeluarga ya.. Aamiin.. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s