BOOK REVIEW: Those Pesky Rabbits

Judul buku: Those Pesky Rabbits

Penulis: Ciara Flood

Ilustrator: Ciara Flood

Penerbit: Templar Publishing

Those Pesky Rabbits bercerita tentang seekor beruang yang terbiasa tinggal sendirian di antah berantah. Dan itulah yang ia senangi: tinggal sendirian tanpa diganggu siapapun. Sampai suatu hari ada satu keluarga kelinci yang membangun rumahnya di samping rumah beruang. Kebayang kan ya gimana jengkelnya si beruang ini.

Setelah pindah ke rumah barunya, para kelinci mengunjungi rumah beruang dalam rangka meminjam madu untuk membuat kue. Dengan kesal, beruang menjawab bahwa dia tidak mempunyai madu. Padahal sebetulnya beruang punya banyak sekali madu di rumahnya.

Berkali-kali para kelinci mengunjungi rumah beruang lagi, mulai dari minta tolong memotongkan kayu, mengajak bertukar buku, sampai mengajak melihat bintang jatuh di malam hari. Si beruang merasa sangat terganggu dengan kehadiran para kelinci. Sejak awal ia selalu menjawab pertanyaan kelinci dengan ketus. Hingga akhirnya dengan penuh rasa kesal dan marah ia mengatakan bahwa ia ingin ditinggalkan sendirian.

Suatu hari beruang mendengar suara ketukan halus dari pintu rumahnya. Saat pintu dibuka, ternyata tidak ada kelinci, melainkan hanya ada keranjang berisi kue madu, kayu bakar, buku, dan sebuah kartu berisi tulisan dari kelinci.

Isi kartu tersebut mengatakan bahwa kelinci tahu bahwa beruang tidak punya madu, maka mereka buatkan sebuah kue madu untuk beruang. Mereka berharap beruang bisa membuat api yang hangat dari kayu yang mereka berikan. Mereka juga meminjamkan buku favorit mereka yang bercerita tentang bintang, planet, dan ruang angkasa.

Setelah itu beruang memakan kue yang diberikan kelinci, membuat api dengan kayu yang diberikan kelinci, dan membaca buku yang dipinjamkan kelinci sebelum ia tidur. Tapi malam itu ia tidak bisa tidur. Untuk pertama kalinya beruang merasa kesepian.

Jadi keesokan harinya beruang memutuskan untuk melakukan hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya: mengunjungi tetangganya. Ia membawa banyak madu, potongan kayu bakar, dan buku untuk para kelinci. Di hari itu ia menghabiskan banyak waktu dengan para kelinci, dan ternyata itulah hal yang ia suka.

Menurutku buku ini bagus banget, aku suka.. Ilustrasinya menarik banget, detail banget dalam menggambarkan isi ceritanya, dan berhasil bikin aku terbawa suasana, serasa ikut ada di dalam cerita itu. Dari setiap detail yang ada di rumahnya, kentara betul betapa si beruang ini nggak suka diganggu orang lain.

Ceritanya juga lucu dan sarat akan pesan moral yang baik: tentang kindness, berbaik sangka pada orang lain, dan tetap berpikiran dan bertindak positif meskipun orang lain tampak tidak ramah pada kita.

Buku yang aku beli ini format cover-nya paperback. Aku beli dari Big Bad Wolf (BBW) Jakarta 2018 melalui jasa titip (jastip). Harga buku ini Rp 50.000 (exclude jastip). Menurutku buku ini recommended banget!

Advertisements

TOY REVIEW: Mouse Twister

Mainan ketiga yang aku beli dari Big Bad Wolf (BBW) ICE BSD 2018 adalah Mouse Twister dari Plan Toys. Mainan Mouse Twister ini berupa nuts and bolts berbentuk tikus. Dalam seri yang sama, pilihan karakternya ada tikus dan bebek. Kebetulan yang aku punya ini berbentuk tikus.

Mainan ini terdiri dari nuts (mur) berbentuk lingkaran sebanyak 2 buah dan bolts (baut) berupa kepala tikus sebanyak 1 buah. Secara visual, bentuk dan warna mainan ini cukup menarik. Teksturnya betul-betul halus dan mulus, tidak ada permukaan tajam dan ukurannya cukup besar sehingga tidak mudah tertelan.

Mainan ini diperuntukkan bagi anak-anak berusia 2 tahun ke atas. Manfaat dari mainan ini adalah untuk melatih motorik halus si kecil saat membongkar pasang mur dan baut. Juga melatih koordinasi antara mata dan gerakan tangan.

Harga mainan ini di market place ada di kisaran Rp 70.000. Sedangkan harga yang aku dapet di BBW adalah Rp 65.000 (belum termasuk jastip). 

Itu dia review 3 mainan yang aku dapat dari BBW ICE BSD 2018. Ada yang harganya kena diskon besar banget, ada juga yang harganya kurang lebih sama dengan harga jual di pasaran. Semoga review ini bermanfaat buat kamu ya..

TOY REVIEW: Sailing Boat-Penguin

Mainan kedua yang aku dapet dari Big Bad Wolf (BBW) ICE BSD 2018 adalah Sailing Boat-Penguin dari Plan Toys. Mainan seri sailing boat ini ada 3 macam tokohnya: beruang kutub, anjing laut, dan penguin. Tiga-tiganya merupakan hewan kutub utara, dan kebetulan aku kebagian yang penguin nya. 

Satu set mainan ini terdiri dari perahu, figurine animal (beruang kutub, anjing laut, atau penguin), tiang, dan layarnya yang bisa dibongkar pasang. Semuanya berbahan dasar kayu karet, kecuali layarnya yang terbuat dari semacam kain kanvas.

Age recommendation mainan ini diperuntukkan bagi anak berusia 12 bulan ke atas. Mainan ini masuk ke kategori water play ya. Kapal layarnya bener-bener bisa mengapung dengan sempurna di atas air. Mainan ini bisa melatih koordinasi visual dan motorik halus anak, dimana anak-anak dituntut untuk berhati-hati dan bersabar di saat menaruh figurine animal di atas perahu agar perahu dan figurine animal-nya tidak tenggelam ke dalam air. 

Dari segi visual, bentuk dan warna mainan ini cukup menarik. Dari segi safety, mainan ini cukup aman. Pemukaannya betul-betul halus dan mulus tanpa cacat, tidak ada permukaan tajam, namun tetap harus di bawah pengawasan orang tua saat bermain karena kalau saya pribadi agak khawatir dengan bagian tiang layarnya. 

Untuk harga mainan serupa di market place, kisarannya adalah Rp 105.000. Sedangkan harga yang aku dapat di BBW adalah Rp 65.000 (belum termasuk jastip).

Oke review mainan kedua yang aku dapet dari BBW udah selesai. Tunggu review untuk mainan ketiga ya..

TOY REVIEW: Pop Blocs Farm Animals Learning Toys

Selain buku, di Big Bad Wolf (BBW) ICE BSD 2018 kemarin aku juga beli beberapa mainan via jasa titip (jastip) BBW. Salah satu mainan yang mau aku share sekarang adalah Pop Blocs Farm Animals Learning Toys dari Melissa & Doug K’s Kids.

Kalo aku liat di website nya Melissa & Doug, satu set mainan ini terdiri dari 5 figurines: sapi, kuda, babi, domba, dan ayam. Tapi kalo yang aku dapet dari BBW ini satu set nya isinya cuma 3 figurines: sapi, kuda, dan babi. 

Pop Blocs Farm Animals Learning Toys ini adalah figurines hewan-hewan ternak yang bisa dibongkar pasang antara bagian tubuh depan (kepala) dengan bagian tubuh belakangnya (ekor). 

Bagian penghubungnya ini berupa knob-and-socket yang gampang banget dibongkar pasang sama toddler. Age recommendation nya adalah untuk anak-anak berusia 6 bulan ke atas. Manfaat dari mainan ini adalah untuk menstimulasi kemampuan visual dan motorik halus pada anak dan mengasah kekuatan jari-jari dan kedua tangan anak. Dan pastinya bermanfaat juga untuk memperkenalkan anak dengan nama dan bentuk hewan-hewan ternak.

Dari segi visual, bentuk mainan dan warnanya menarik. Dari segi safety juga mainan ini cukup aman ya aku rasa. Permukaannya halus, nggak ada bagian-bagian yang tajam, ukurannya cukup besar sehingga nggak mungkin masuk mulut, dan juga beratnya ringan. 

Untuk harganya, original price dari mainan ini kalo di website-nya sekitar Rp 250.000 (untuk satu set berisi 5 figurines). Tapi harga yang aku dapet di BBW untuk satu set berisi 3 figurines adalah Rp 65.000 (belum termasuk jastip).

Oke sekian review untuk kali ini. Masih ada review untuk 2 mainan lagi ya yang aku dapet di BBW..

Thank You, Mr Panda

Kali ini aku mau sharing tentang buku cerita berjudul Thank You Mr Panda by Steve Antony

Buku ini bercerita tentang Mr. Panda yang mau ngasih hadiah buat temen-temennya: tikus, gurita, gajah, kambing gunung, dan lemur. 

Kira-kira temen-temennya Mr. Panda ini bakalan suka nggak ya sama hadiahnya? Ternyata hadiah yang Mr. Panda kasih buat temen-temennya ini nggak ada yang pas. Ada yang ukurannya terlalu besar, ada yang jumlahnya nggak sesuai, dan ada yang terlalu berat. Jadinya temen-temen Mr. Panda malah mengeluh atas hadiah yang mereka dapetin. Padahal kan yang penting niatnya ya..

Bahkan ada yang cuek juga waktu Mr. Panda ngasih hadiah.

Padahal kan kalo dikasih hadiah harusnya kita berterima kasih, ya.. Nah kalo lemur ini pinter.. Dia nggak lupa buat berterima kasih waktu dikasih hadiah sama Mr. Panda.

Ya.. walaupun hadiah yang kita terima nggak sesuai ekspektasi, atau ukurannya nggak pas, apapun itu, seharusnya kita menunjukkan rasa senang dan berterima kasih sama yang ngasih hadiah. Karena hadiah itu kan salah satu bentuk perhatiannya seseorang sama kita.. Iya nggak?

Ini jadi reminder juga nih buat Bibu, untuk selalu mengucapkan terima kasih atas kebaikan orang lain. Semoga Arfa dapetin juga ya moral of the story dari buku ini..

Yang aku suka dari buku ini adalah ilustrasinya yang oke, warnanya yang terang, ukuran bukunya yang besar, penggunaan kata-katanya yang singkat padat jelas, dan pastinya di balik ceritanya yang lucu, dia tetep punya moral of the story yang bagus. Buku ini juga mengasah critical thinking dan social skill kita sih menurutku.. Recommended deh aku rasa..
Sekian dulu ya sharing buku hari ini. Hope you’ll find it useful!

3 Years Down, Forever To Go

Hubby was trying to be romantic by giving me a bouquet of flowers on our third wedding anniversary today.

Wait. It’s not a bouquet of flowers. Because it came within a vase. 😂

This is the third times I got a bouquet of flowers from him so far. And I have to say that he always make me wanna laugh instead of smile everytime I received those flowers. 

First in 2011, he gave me a bouquet of flowers with tuberoses (bunga sedap malam) inside. 😂 Oh my God just because I said that I like tuberose, it doesn’t mean that I want it to came in a bouquet of flowers.

Second still in 2011, on my graduation day, he gave me a bouquet of blue roses. 😮 I thought I prefer the white one.

And now, on the third one, in 2017, he gave me white lilies which came within a vase. 😁 Oh my God, PSI is so weird!

My Dear PSI, you don’t know how happy I am to have a not-so-romantic husband who always be silly when it comes to choosing flowers. 

Next time you should let me know when you’re going to give me flowers so I could choose it on my own. But sure, thank you! I like white lilies. Your wife likes white lilies. 🙈

Review Buku Early Learning untuk Anak-anak

Di luar sana, buku early learning untuk anak-anak tersedia dalam berbagai macam judul dengan konsepnya masing-masing. Mana yang terbaik? Aku rasa para ibu lebih tahu mana yang terbaik dan cocok untuk anaknya. Disini aku mau ngasih gambaran mengenai 3 judul buku early learning yang aku punya. Check it out ya Mommies.. 



My First Zoo

Buku dari Penerbit Dorling Kindersley (DK) ini bentuknya board book, dengan easy grip picture tabs di bagian atas dan sisi kanannya. 

Hal yang aku suka dari buku ini adalah karena: 

  • Gambarnya real pictures, atau photographic pictures mungkin ya istilahnya.. Jadi anak-anak bisa tahu wujud asli hewan-hewan yang ada di dalam buku ini. 

  • Background bukunya yang berwarna putih membuat gambarnya terlihat lebih jelas dan kontras. 
  • Picture tabs di bagian atas dan sisi kanan memudahkan kita untuk melihat hewan-hewan berdasarkan kategorinya masing-masing.

  • Di dalamnya ada banyak sekali macam-macam hewan, mulai dari kelompok primata, predator, hewan wilayah Afrika, hewan wilayah tropis, hewan wilayah dingin, aneka burung, serangga, reptil, hewan laut, hewan wilayah Australia, hewan nokturnal, hingga hewan peliharaan. 
  • Buku ini cukup interaktif, di dalamnya terdapat beberapa pertanyaan dan ajakan agar para pembaca bisa terlibat lebih aktif. 

Kalau hal yang aku kurang suka, hmm.. Sebenernya bukan kurang suka juga sih.. Jadi kalau aku perhatikan, anakku (saat ini berusia 21 bulan) kurang bisa fokus mengenal nama-nama hewan ketika dalam satu halaman terdapat banyak sekali gambar. 

Oh ya, buku ini cocok untuk anak usia 0-5 tahun ya. Selain judul Zoo, serial buku ini juga tersedia dalam berbagai judul lainnya.

First 100 Words

Untuk yang suka beli buku di event Big Bad Wolf (BBW), pasti hafal banget sama buku terbitan St. Martin’s Press ini. Maklum, buku ini memang sering muncul di BBW dan jadi incaran sebagian besar newly moms

Buku ini berbentuk board book dengan cover-nya yang softly padded sehingga empuk dan enak dipegang. 

Hal yang aku suka dari buku ini diantaranya:

  • Gambarnya photographic pictures, sehingga anak-anak bisa mengetahui wujud asli benda-benda yang ditampilkan dalam buku. 

  • Buku ini berisi hal-hal yang ada di sekeliling kita dan hal-hal yang sifatnya umum dalam kehidupan sehari-hari. Kategori yang ditampilkan di buku ini diantaranya warna, kendaraan, perlengkapan mandi, tidur, dan makan, buah dan sayur, macam-macam ekspresi, benda di taman, pakaian, mainan, binatang peliharaan, dan binatang ternak. 

  • Ukurannya yang kecil dan cover-nya yang empuk memudahkan anak-anak untuk menggenggam buku ini. 

Hal yang aku kurang suka dari buku ini, lagi-lagi karena dalam satu halaman terdapat banyak sekali gambar sehingga membuat anakku kurang bisa fokus dalam mengenal nama-nama benda. Dan background gambar yang warna-warni juga sedikit banyak membuat anakku terdistraksi sehingga kurang fokus. 

Buku ini cocok untuk anak berusia 0-5 tahun dengan rating bintang 4,3/5 versi Goodreads. Selain judul Words, serial buku ini juga tersedia dalam berbagai judul lainnya. 

My Very First Book of Animal Sounds

Berhubung aku suka sama karya-karyanya Eric Carle, maka aku mewanti-wanti diri sendiri untuk nggak berat sebelah saat nulis review ini. 

Buku terbitan Philomel Books ini berbentuk board book dimana setiap halaman di bagian dalamnya terpotong menjadi dua bagian. Bagian kanan atas berisi gambar-gambar hewan dan di sebelah kirinya berisi nama hewan tersebut. Sedangkan bagian kanan bawah bertuliskan suara hewan untuk dicocokkan dengan bagian atasnya. Konsep dari buku ini adalah mencocokkan gambar hewan dengan suaranya. 

Hal yang aku suka dari buku ini diantaranya:

  • Dalam satu halaman hanya terdapat satu gambar hewan. Yang aku rasakan, hal ini membuat anakku benar-benar fokus dalam mengenal nama hewan. 

  • Background nya yang berwarna putih membuat gambar terlihat lebih jelas dan kontras sehingga membuat anak lebih fokus dalam memperhatikan gambar. 
  • Buku ini bersifat interaktif karena memang didesain untuk membuat anak terlibat aktif dalam memasangkan gambar hewan dan suaranya. Fitur ini belum kami rasakan manfaatnya, mengingat usia anakku yang baru 21 bulan dan belum bisa membaca.

Hal yang aku kurang suka dari buku ini, diantaranya adalah karena gambar-gambar di buku ini berupa ilustrasi sehingga dikhawatirkan anak akan kesulitan untuk mengetahui wujud asli dari benda yang dimaksud. Jumlah gambar di dalam buku ini juga jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah gambar dalam dua buku yang sudah dibahas sebelumnya. 

Buku ini cocok untuk anak usia 0-5 tahun dengan rating bintang 3,8/5 versi Goodreads. Selain judul Animal Sounds, serial buku ini juga tersedia dalam berbagai judul lainnya. 

Dari ketiga buku itu, kalau ditanya mana yang terbaik, menurutku masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Ibu pasti tahu yang terbaik dan yang paling cocok untuk anaknya masing-masing. 

Tapi kalau ditanya mana favoritku, saat ini buku My Very First Book of Animal Sounds masih jadi favoritku, mengingat buku ini sudah menemani aku dan anakku cukup lama, dan juga merupakan salah satu buku yang membuat kosakata anakku bertambah sangat pesat. 

Oke Mommies, sekian review dari aku kali ini. Hope you’ll find it useful! 

Sepenggal Kenangan di Cipinang

Beberapa hari yang lalu, sepulang dari acara halal bi halal kantor suami yang diadain di daerah Jakarta Timur, kita ngelewatin daerah Cipinang. 

Setiap lewatin daerah ini, entah kenapa aku suka kebawa ke kenangan saat masih tinggal disana. Iya, dulu waktu baru nikah, aku dan PSI sempet ngontrak selama satu tahun sebelum akhirnya menempati rumah kami yang sekarang.

Nggak banyak momen yang kita abadikan dalam bentuk foto selama tinggal di Cipinang Lontar dulu. Bahkan jarang banget kayaknya. Karena aku pikir kontrakan ini cuma tempat tinggal sementara aja. Meskipun begitu, kenangan selama tinggal disana bener-bener melekat di ingatan aku. Yang manis, maupun yang pahit. Yang manis pasti selalu diingat karena menyenangkan. Yang pahit apalagi, karena bikin aku belajar, tambah pengalaman, dan tambah setrooong.. 💪 Hahaha.. 

Buat aku pribadi, pengalaman tinggal di Cipinang adalah sepenggal pengalaman yang sangat berharga. Di sana, saat itu, aku dan suami belajar untuk hidup sederhana untuk bisa meraih cita-cita kita: punya rumah yang nyaman. Itu yang bikin kita menghargai setiap keping uang yang kita punya. 

Jalan kaki dari kontrakan menuju jalan raya buat nyegat bajaj atau angkot. Naik angkot atau bajaj dari Cipinang ke pool travel Cipaganti di Rawamangun dan sebaliknya. Makan tempe mendoan abang-abang deket kontrakan. Setiap momen itu terasa jelas banget di ingatan sampe sekarang pun. 

Untungnya saat itu aplikasi Go-Jek belum sepopuler saat ini. Dan belum ada fitur Go-Food juga, sehingga ujian kesabaran dan kesederhanaan bisa lebih mudah kita lalui. Alhamdulillah..

Toy Review: Sound Puzzle

Kali ini aku mau coba review mainan anak berupa puzzle. Udah lama banget aku tertarik sama mainan anak dari brand Melissa & Doug dan baru kali ini nemu toko yang jualnya. 

Intro dulu ya agak panjang.. 🙊 Berawal dari kekecewaan yang berulang-ulang setiap kali beli wooden toy, entah itu kualitas kayunya yang nggak bagus, finishing nya yang kurang mulus dan rapi, pengecatannya yang nggak rapi, sampe pada ketahanannya yang kurang optimal, alias nggak tahan banting. 

Akhirnya aku cari-cari brand wooden toy di Pinterest dan nemu Melissa & Doug. Langsung liat-liat website nya dan makin tertarik! Maunya sih beli langsung dari website nya. Tapi galau: kalo mau free shipping, pasti bakalan kena pajak bea cukai. Kalo mau menghindari pajak bea cukai, belinya harus sedikit dan kena shipping fee. Antara rugi dan rugi 😂. 

Oke, jadilah aku cari-cari yang jual brand ini. Bandingin harganya dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Sampe akhirnya nemu yang jual dengan harga paling reasonable. Karena sering kecewa dengan wooden toy yang dulu-dulu pernah dibeli, jadinya untuk trial pertama kali, aku beli satu mainan dulu dari Melissa & Doug ini. Ini dia:

Aku beli Sound Puzzle yang Vehicles, berhubung saat itu anakku lagi suka sama segala macam kendaraan. Itu yang di foto udah nggak mulus 100% karena udah sering dimainin dan dibanting-banting anakku, ya.. 

Menurut aku pribadi, kualitas kayunya cukup bagus meskipun bukan solid wood. Finishing nya rapi dan aman, nggak ada sharp edges. Pengecatannya rapi karena bukan pengecatan manual. Ketahanannya juga lumayan tahan banting, meskipun sering dibanting-banting anakku tapi masih tetep berfungsi dengan baik dan nggak patah. 

Sound puzzle ini membutuhkan 2 baterai ukuran AAA untuk bisa mengeluarkan bunyi. Supaya kita bisa mendengarkan bunyi kendaraannya, kita harus menempatkan potongan puzzle ini ke papan puzzle nya. Di papan puzzle nya juga ada gambar yang sama dengan gambar di potongan puzzle, sehingga memudahkan anak-anak untuk memasangkan potongan puzzle ke tempat yang benar. Suara yang keluar dari sound puzzle ini adalah suara asli kendaraan-kendaraan tersebut. Jadi bisa dapet pengalaman audio juga ya.. 

Minusnya dari mainan ini adalah: walaupun potongan puzzle nya kita pasangin di tempat yang salah, bunyi kendaraannya tetep keluar.. 😅 Hahaha.. 

Selain yang vehicles, sound puzzle ini juga tersedia dalam varian shapes, train, farm animal, zoo animals, pets, fire truck, dan musical instruments

Age recommendation untuk mainan ini adalah 2+ alias untuk anak 2 tahun ke atas. Tapi aku beliin mainan ini untuk anakku waktu dia umur 1 tahun lebih dikit. 😓 Kalo kamu mau tau lebih banyak tentang brand Melissa & Doug, kamu bisa cek websitenya di http://www.melissaanddoug.com ya.. Semoga blog post ini bermanfaat buat kamuuu.. 😊

Cerita Mudik Awawa

Lebaran tahun ini, giliran kita berlebaran di Cirebon, alias di rumah orang tuanya PSI. Tiket kereta api pulang pergi udah dibeli jauh-jauh hari. Terus tiba-tiba orang tua PSI bilang bahwa kita juga akan ke Semarang, which is rumah mbahnya PSI dari pihak Bapak. 

Yang langsung lewat di pikiran aku adalah: apa kabar nasibnya Arfa selama di perjalanan? Nanti makannya gimana? Nenennya gimana? Tidurnya gimana? Io (pup) nya gimana? Secaraaa tempat ternyaman Arfa adalah rumah sendiri. Makan harus sambil jalan2 kesana kemari, makanannya harus anget, dan sukanya makanan berkuah. Nenennya harus sambil tiduran di kasur. Tidurnya harus di tempat adem. Kalau bersihin io udah nggak bisa lagi pake tissue basah karena nggak bisa diem banget. 

Aku pikir, bahaya banget ini.. Terakhir kali perjalanan 3 jam naik kereta api Bekasi-Bandung-Bekasi aja Arfa ngamuk-ngamuk pas mau tidur. Apa kabarnya kalo harus menempuh perjalanan Cirebon-Semarang-Cirebon naik mobil, di musim mudik Lebaran pula yang notabene pasti macet. 

Honestly aku udah ngedumel aja sama suami. Tau gini kan nggak usah beli tiket kereta api ke Cirebon ya, sekalian aja beli tiket pesawat pulang pergi Jakarta-Semarang. Satu tempat aja yang dituju, kan kasian kalo anak kecil harus ngikutin perjalanan jauh dan dengan jadwal kegiatan yang padat. Aku sih nggak tega. 

Tapi aku bisa apa coba? Cuma bisa pasrah, nggak bisa bilang enggak mau. Tapi tentunya aku menetapkan syarat dan ketentuan sama suami:

  1. Kalo Arfa rewel selama perjalanan kereta Jakarta-Cirebon dan tidur di Cirebon nya rewel, kita nggak ikut pergi ke Semarang. 
  2. Kalo tetep dipaksa pergi ke Semarang dan selama perjalanan Cirebon-Semarang Arfa nya rewel, kita langsung pulang ke Jakarta naik pesawat. 

And guess what? Berkat doa dan kesukaan baru Arfa terhadap mobil, alhamdulillah perjalanan mudik kemarin berjalan lancar. Bukan lancar tanpa macet, tapi Arfa nya anteng dan nggak rewel. Arfa excited banget liat kendaraan-kendaraan selama di perjalanan. Tiap liat mobil, motor, truk, bis, bahkan kereta, Arfa bakalan teriak MOMIII! Momi itu maksudnya mobil.. 

Alhamdulillah, Awawa sehat-sehat dan ceria selama perjalanan mudik sampai balik lagi ke rumah di Bekasi. Yang aku khawatirkan juga nggak kejadian kok.. Rewel-rewel sih ada, terutama kalo kepanasan jadi suka ngamuk-ngamuk terus tidurnya pas di Cirebon. Di Semarang malah anteng banget karena dingin dan sejuk..

Bunda kadang suka lupa bahwa meskipun Arfa masih kecil, masih anak bayi, tapi Arfa juga manusia yang kuat, yang bisa beradaptasi.. Great job, Arfa sayang.. Bunda bangga sekali sama Mas Arfaaa! 

Tahun ini mudiknya emang lebih cape ya Fa, karena perjalanannya lebih jauh dan jadwal kegiatannya padat banget. Tapi Bunda seneng karena selain ketemu sama keluarga besar Ayah di Cirebon, kita bisa ketemu juga sama mbah uyutnya Arfa dan keluarga besarnya Ayah di Semarang yang sebelumnya cuma Bunda liat sekilas aja pas acara nikahan Ayah dan Bunda.. Semoga kegiatan mudik kita bisa mempererat tali silaturahmi antarkeluarga ya.. Aamiin..